Alhamdulillah selesai juga UASnya.. semoga mendapatkan yang terbaik…tanggal 3 bulan januari 2010/17 Muharram yang merupakan tanggal kemarin bisa dibilang genap usia saya 22 tahun bila dihitung dengan tahun hijriah
makin bertambah usia makin berkurang sisa umur.. terlintas kenangan2 yang pernah saya punya, baik kenangan manis maupun kenangan pahit… tapi yang berlalu biarlah berlalu sekrang yang terpenting bagaimana di sisa umur yang ada bisa lebih baik dengan manjadikan masa lalu sebagai pelajaran…
yang pertama saya lakukan ialah evaluasi.. poin2 evaluasi ini saya dapat dari dakwatuna.com
1. hubungan dengan Allah
a. Senantiasa menjaga keimanan dan keikhlasan. Sebab Rasulullah saw. bersabda, “Bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya, dan bahwa masing-masing orang itu bergantung kepada niat yang dimilikinya, maka barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya menuju Allah swt. dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrah karena dunia yang ingin didapatkannya, atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya menuju kepada apa yang ia hijrah untuknya.” (Muttafaqun ‘alaih). terkait mengenai dengan niat dan ikhlas saya pribadi masih suka bertanya apa yang selama ini saya lakukan bukan mengharap ridha Allah justru mengharap “perhatian orang lain” terkadang saya merasa lelah, jenuh.. yang membuat saya melalaikan amanah saya
solusinya : kembali ke niatan awal bahwa amanah atau pekerjaan yang saya lakukan ini ialah dalam rangka mencari Ridha Allah, lillahi ta’ala
b. Senantiasa menjaga shidq (kebenaran dan kejujuran). mengenai kebenaran dan kejujuran ini bisa dibilang saya termasuk “jujur” untuk takaran masyarakat sekitar.. tapi kembali lagi apa selama ini kejujuran yang saya lakukan lillahi ta’ala yang sederhana saja apa saya tidak mencontek ketika UAS kemarin karena saya ingat Allah atau kerena sekedar ego saya…?kalo memang saya jujur karena Allah saya tidak hanya jujur ketika ujian saja? tak ada salahnya beljar dari kisah di eramuslim tentang seorang supir taksi muslim di new york dan nenek yang kehilangan uangnya
solusinya : lebih jujur lagi kepada diri sendiri..
c. Asy-Syu’ur bi muraqabatillah (merasakan pengawasan Allah swt.)
ini benar harus bisa saya lakukan agar saya semakin jauh dari perbuatan maksiat… yang membuat saya lalai atau bermaksiat karena saya seperti merasa tidak terawasi
solusinya : tingkatkan intensitas ibadah sehingga semakin dekat dengan Allah saya sendiri semakin merasa terawasi
d. Al-Isti’dad li al-hisab al-ukhrawi (menyiapkan diri untuk menghadapi hisab (audit) di akhirat di hadapan mahkamah Allah swt. ……..
………………………………………………………
………………………………………………………
solusi: menghisab diri sendiri,muhasabah secara rutin…
2. Dalam hubungannya dengan publik
a. Ash-Shabru ‘ala adzâhum wa ghilzhatuhum (bersabar atas rasa sakit yang ditimpakan oleh publik dan atas sikap kasar mereka).
terkadang ngerasa cape lelah seperti yang saya tulis di atas apalagi bila masyarakat mengluhkan tentang diri saya, tapi y kembali lagi kepada niat, “niat saya apa?”
solusu: bila ada sekelompok yang mengeluh tentang diri saya berrti merka peduli kepada saya dan lingkungan, dan mungkin dari diri saya sendiri ada yang lalai jadikan sebuah pelajaran bahasa filosofisnya “2 telinga dengan 1 mulut”.
b. Asy-Syafafiyyah (transparansi) dan siap memberikan klarifikasi, khususnya jika diminta. Sikap ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para khulafa’ al-rasyidun. Setelah selesai Perang Hunain, sebuah peperangan yang sangat banyak ghanimahnya, Rasulullah saw. membagi habis semua ghanimah itu kepada kaum muslimin baru dan bahkan kepada orang-orang yang belum masuk Islam. Sedangkan orang-orang Muhajirin dan Anshar tidak mendapatkan bagian sama sekali. Saat itu banyak suara-suara miring menanggapi masalah ini. Melihat hal ini, Rasulullah saw. memberikan klarifikasinya kepada orang-orang Anshar, sampai mereka puas atas klarifikasi yang diberikan Rasulullah saw., walaupun tetap tidak memberikan harta rampasan kepada mereka.
solusiKbelajar dari kisah di atas saya harus lebih peka dengan keadaan sekitar saya
tambahan:
Alkisah bahwa sebelum meninggal dunia Abu Bakar berwasiat agar pengganti dia sebagai khalifah adalah Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Saat itu para sahabat nabi yang lain bertanya, “Apa jawaban (LPJ) Anda kalau ditanya Allah swt.?” Maka Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Akan saya jawab, aku pilihkan untuk umat Islam yang terbaik di antara mereka.”
belajar dari kisah di atas bahwa sebelum meninggalkan amanah harus mencari orang yang pantas bulan februari nanti ialah masa akhir kepengurusan PH,MPA,MUBES HIMATIKA dan KALAM periode 2009 dan 2010.
saya sebagai presidium maupun sebagai anggota MPA dan staff kaderisasi KALAM masih merasa banyak kekurangan
yang bisa saya lakukan sekarang ialah mencari orang yang dirasa pantas dan untuk MUBES sendiri membuat aturan yang bisa memberi solusi untuk permasalahan yang ada di HIMATIKA terlebih ditambah saya tidak ada keinginan untuk berkontribusi langsung di PH/MPA HIMATIKA di kepengurusan berikutnya karena ingin fokus di kaderisasi KALAM dan mmeperbaiki Tarbiyah Dzatiyah saya..
y seperti itu gambaran ke depan apa yang akan saya lakukan di sisa umur saya, mudah2an bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.. Amin..
Komentar terakhir